Legislator Minta FBMW Didukung Masyarakat dan Stakeholder, UMKM Jayapura Apresiasi Event Budaya Biak
Info Biak – Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menuai apresiasi dari berbagai pihak. Anggota DPRD Biak Numfor, Absalom Rumkorem, menilai pelaksanaan FBMW ke-10 tahun ini semakin baik dan menarik banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara.

“Saya melihat penyelenggaraan event ini semakin baik dan menghadirkan pengunjung, tamu-tamu dari luar Biak, bahkan ada turis mancanegara,” ujar Absalom pada Jumat (4/7/2025).
Ia menekankan bahwa kesuksesan FBMW tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan stakeholder terkait.
“Kami berharap ke depan ada peran aktif masyarakat dan stakeholder untuk mendukung FBMW agar dampaknya semakin luas dan mampu mendorong perekonomian lokal,” ucapnya.
Baca Juga : Warga Biak antusias ikuti atraksi budaya Snapmor di Pantai Urfu
UMKM Mandiri dari Jayapura Puji Akses Partisipasi
Sementara itu, pelaku UMKM asal Jayapura, Lusi Sampari Umbora. Ia mengaku bersyukur diberi kesempatan mengikuti pameran ekonomi kreatif dalam rangkaian FBMW 2025, meskipun mendaftar secara mandiri.
“Terima kasih kepada Pemda Biak Numfor yang memberi kesempatan kepada saya untuk ambil bagian di FBMW, meskipun saya mendaftar secara mandiri,” kata Lusi.
Ia menilai festival budaya ini sangat penting untuk menarik perhatian generasi muda terhadap seni dan budaya Papua, khususnya Biak.
“Saya ingin mengajak anak muda Papua, terutama di Biak Numfor, agar lebih mencintai dan melestarikan budaya. Karena sampai sekarang, masih sedikit yang tertarik belajar seni budaya lokal,” tegasnya.
FBMW 2025 Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya
FBMW 2025 digelar mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2025, dengan acara puncak berlangsung di Hanggar Cenderawasih Lanud Manuhua Biak. Festival ini tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya. Tetapi juga menghadirkan pameran ekonomi kreatif yang diikuti oleh sanggar dan pelaku UMKM dari Biak Numfor, Jayapura, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.
Festival ini diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mengangkat budaya lokal. Tetapi juga membuka peluang ekonomi dan mendorong pariwisata Biak Numfor ke tingkat nasional bahkan internasional.















