Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Biak Numfor Semarak Hari Pangan Sedunia, 11 Distrik Adu Kreasi Kudapan Lokal!

BRIMO

11 Distrik di Biak Numfor Adu Kreasi Kudapan Pangan Lokal, Wabup Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan

Info Biak- Semarak Hari Pangan Sedunia tahun 2025 terasa istimewa di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Pemerintah daerah bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Biak Numfor menggelar lomba masak kudapan berbahan pangan lokal yang diikuti 21 tim dari 11 distrik se-kabupaten. Acara ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wujud nyata komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kreativitas dan inovasi masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Biak pada Selasa (14/10/2025) ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, yang sekaligus membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia setiap 16 Oktober seharusnya menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh lapisan masyarakat—bukan hanya untuk memperingati, tetapi untuk meneguhkan kembali tekad menuju kemandirian pangan.

“Hari Pangan Dunia bukan sekadar seremoni. Ini adalah panggilan bagi kita semua agar mampu berdiri di atas kaki sendiri, memanfaatkan kekayaan alam yang kita miliki untuk kesejahteraan keluarga dan daerah,” ujar Wabup Jimmy.

Pangan Lokal, Aset Besar yang Perlu Dikelola Serius

Kabupaten Biak Numfor memiliki kekayaan bahan pangan lokal yang melimpah, mulai dari keladi, singkong, jagung, sagu, hingga berbagai jenis umbi-umbian. Menurut Wabup Jimmy, bahan-bahan ini bukan hanya sumber pangan alternatif, tetapi juga potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Ia mendorong masyarakat untuk berinovasi dan berani mengolah pangan lokal menjadi produk modern, seperti kue, camilan, hingga makanan siap saji yang bisa dipasarkan lebih luas. Dengan begitu, pangan lokal tidak lagi dianggap sebagai makanan tradisional semata, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan bernilai ekonomi.

“Kita ingin masyarakat Biak Numfor berani berkreasi. Dari dapur rumah tangga bisa lahir produk unggulan daerah. Ini bukan hanya soal kuliner, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM,” tegasnya.

Biak Numfor Semarak Hari Pangan Sedunia, 11 Distrik Adu Kreasi Kudapan Lokal!
Biak Numfor Semarak Hari Pangan Sedunia, 11 Distrik Adu Kreasi Kudapan Lokal!

Baca Juga : PUPR Biak Gelar Pelatihan TFL dan KSM, Siapkan SDM Unggul untuk Program Sanitasi 2025

Dari Lomba Kudapan Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Dalam kegiatan lomba kudapan kali ini, para peserta menampilkan berbagai jenis olahan unik dari bahan lokal, mulai dari brownies singkong, bolu keladi ungu, keripik sagu, hingga puding jagung manis. Setiap peserta tidak hanya dinilai dari cita rasa, tetapi juga inovasi, tampilan, dan nilai gizi dari olahan yang dibuat.

Lomba ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat karena menjadi wadah untuk berbagi ide dan menumbuhkan rasa bangga terhadap pangan lokal. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang bagi kaum ibu untuk menyalurkan kreativitasnya dalam bentuk kuliner yang sehat dan bernilai ekonomi.

Wabup Jimmy menilai kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan setiap tahun. Menurutnya, pemerintah daerah dan TP PKK memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).

“Kudapan lokal bukan hanya lezat, tapi juga kaya gizi. Kalau ini dikembangkan dengan baik, maka masyarakat tidak hanya sehat, tapi juga sejahtera,” tambahnya.

Dukungan Pemerintah untuk TP PKK dan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memberikan apresiasi tinggi kepada TP PKK yang telah menginisiasi lomba masak kudapan berbahan lokal tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat dianggap menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Kita punya banyak komoditas unggulan yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui kegiatan seperti ini, kita belajar bahwa pangan lokal adalah identitas kita, sumber kekuatan ekonomi, sekaligus simbol kemandirian,” tutur Wabup Jimmy.

Ia juga berharap, dari ajang seperti ini lahir ide-ide baru untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan daerah, sekaligus mendukung program pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Biak Numfor.

Momentum yang Harus Terus Dijaga

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, lomba kudapan pangan lokal di Biak Numfor tidak hanya meninggalkan aroma lezat di udara, tetapi juga menyemai harapan baru bagi masa depan pangan daerah. Dari dapur sederhana, lahir gagasan besar tentang kedaulatan pangan dan kesejahteraan rakyat.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *