Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Badan Pusat Statistik Catat Kenaikan IPH Biak Numfor, Cabai dan Bawang Jadi Pemicu Inflasi

BRIMO

Biak Numfor Catat IPH Tertinggi di Papua pada Pekan Pertama Juli 2025

Info Biak – Badan Pusat Statistik (BPS) Biak Numfor mencatat lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 2,34 persen pada pekan pertama Juli 2025. Angka ini menjadikan Kabupaten Biak Numfor sebagai daerah dengan IPH tertinggi di Provinsi Papua dan menempati peringkat 14 nasional dari 360 kabupaten/kota yang dipantau.

Bulan Juli Harga Cabai Diproyeksi Membaik, Beberapa Komoditas Pangan Akan  Putus Tren Deflasi – Rubis.id
BPS Catat Kenaikan IPH Biak Numfor, Cabai dan Bawang Jadi Pemicu Inflasi

Kepala BPS Biak Numfor, Achmad Fauzi, dalam keterangannya Rabu (9/7/2025), menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan pembalikan tren signifikan dibanding bulan sebelumnya.

“IPH pada Juli pekan pertama mengalami kenaikan 2,34 persen, padahal pada Juni 2025 rata-rata IPH kita berada di -4,44 persen. Ini menunjukkan pergeseran dari tekanan deflasi ke arah inflasi mingguan yang cukup tajam dan tergolong anomali harga,” jelasnya.


Komoditas Penyumbang Kenaikan Harga

Fauzi menjelaskan bahwa komoditas utama penyumbang inflasi di pekan pertama Juli adalah:

  • Cabai rawit: naik sebesar 2,059 persen

  • Cabai merah: naik 0,641 persen

  • Bawang merah: naik 0,359 persen

Kenaikan harga-harga bahan pangan ini menjadi perhatian utama bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Biak Numfor. Data mingguan IPH disampaikan setiap hari Senin kepada TPID dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Biak Numfor.

Baca Juga : Bupati Biak Numfor Hadiri Pelantikan Pj Gubernur Papua

“Kami terus menyampaikan data ini secara rutin ke TPID sebagai upaya mengantisipasi dan merespons dinamika harga di lapangan,” tegas Fauzi.


Anomali Harga dan Imbauan BPS

Kondisi ini menurut BPS perlu diantisipasi oleh pemangku kebijakan daerah, mengingat tren inflasi mingguan yang tidak biasa. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan intervensi pasar atau operasi pasar murah, khususnya pada komoditas hortikultura yang fluktuatif.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *