Meriah dan Penuh Warna! Musik Biak Menggema di Festival Budaya Biak 2025
Info Biak- Suara musik tradisional berpadu dengan irama modern menggema di langit Biak. Festival Budaya Biak 2025 kembali menghadirkan momen penuh semangat lewat acara spesial bertajuk “The Popular of Douw Byak”, yang digelar di Lapangan Cendrawasih, Biak Numfor, Minggu (19/10/2025).
Acara yang menjadi sorotan utama dalam festival ini menampilkan deretan musisi lokal terbaik Biak Numfor, sekaligus menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kepada para pelaku seni, khususnya di bidang musik.
Ruang Kreatif untuk Musisi Muda Biak
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Numfor menyebut, “The Popular of Douw Byak” adalah wadah bagi musisi muda Biak untuk menunjukkan karya mereka kepada masyarakat luas. Melalui panggung ini, mereka tidak hanya menampilkan lagu-lagu baru, tetapi juga membawakan ulang lagu daerah Biak yang sarat makna dan filosofi budaya.
Salah satu musisi Biak, Roy Ferdinan dari grup Byak Jamz Saxtion, mengaku bangga dapat tampil di acara tersebut.
“Kegiatan ini penting sekali. Kami butuh ruang seperti ini agar musisi muda Biak bisa berkembang dan dikenal luas. Sekaligus menjaga agar musik dan budaya Biak tidak hilang dimakan zaman,” ujarnya.
Roy juga menilai bahwa dukungan pemerintah daerah sangat berarti dalam memperkuat eksistensi musik Biak di kancah nasional maupun internasional.

Baca Juga : Festival Pasifik 2026, Biak Tunjukkan Kekayaan Budaya Lewat Festival Wor
Panggung untuk Karya dan Identitas Biak
Sejumlah musisi dan band ternama turut mengguncang panggung festival malam itu. Sebut saja Group Akustik Sikyuri, Samson Kapisa, Sram Inaryar Biak Barat, Charly Korwa, Byak Jamz Saxtion Band, Tha Cavzoor Band, Bilha Randongkir, Melcy Wabiser, hingga penyanyi legendaris Biak, Hosea Mirino.
Mereka menampilkan beragam genre musik — dari pop, reggae, hingga etnik modern — namun tetap berpadu dengan sentuhan khas budaya Biak yang kuat. Sorak penonton pun membahana setiap kali musisi menutup penampilan mereka dengan sapaan khas Biak.
Yospan, Simbol Persaudaraan
Puncak acara semakin semarak ketika seluruh penonton diajak bergoyang bersama dalam tarian Yospan — tarian persahabatan khas Papua. Lantunan musik cepat dan hentakan kaki para penari membuat suasana malam penuh tawa, semangat, dan kebersamaan.
Banyak warga yang datang dari berbagai distrik di Biak Numfor untuk menyaksikan langsung, bahkan ada wisatawan dari luar daerah yang ikut larut dalam euforia budaya.
Festival Budaya Biak 2025, Panggung Budaya yang Hidup
Festival Budaya Biak 2025 sendiri digelar selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Oktober 2025, menghadirkan berbagai kegiatan budaya — dari pameran kuliner lokal, lomba tari tradisional, hingga parade seni rakyat.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Biak bukan hanya kaya akan alam yang indah, tetapi juga memiliki warisan budaya dan musik yang hidup dan berkembang bersama masyarakatnya.
“Melalui festival ini, kami ingin tunjukkan bahwa Biak adalah rumah bagi seniman berbakat, dan musik Biak bisa mendunia tanpa kehilangan jati dirinya,” tutur salah satu panitia penyelenggara.
Dengan semangat “Melestarikan, Menginspirasi, dan Mengangkat Budaya Biak ke Dunia”, Festival Budaya Biak 2025 berhasil mencuri perhatian publik dan memperkuat posisi Biak Numfor sebagai pusat budaya dan musik di Tanah Papua.















