Biak Bersiap Gelar Festival Karnaval Budaya Internasional se-Pasifik 2026, Parade Wor dan Suling Tambur Jadi Pemanasan Spektakuler
Info Biak- Suasana di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Sabtu (18/10/2025) terasa sangat berbeda. Ribuan warga tumpah ruah di jalan utama kota untuk menyaksikan parade Wor dan Suling Tambur, yang menjadi bagian dari hari kedua Festival Budaya Biak (FBB) 2025.
Teriakan semangat, irama tambur, serta nyanyian adat yang menggema dari berbagai penjuru menandai kemeriahan yang luar biasa — pertanda bahwa Biak benar-benar siap menuju panggung budaya internasional.
Warisan Budaya Jadi Daya Tarik Dunia
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, hadir langsung dan melepas peserta parade dengan penuh kebanggaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah awal yang sangat penting menuju Festival Karnaval Budaya Internasional se-Pasifik 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Biak.
“Parade hari ini bukan hanya ajang hiburan, tapi simbol bahwa orang Biak siap menunjukkan jati dirinya di kancah dunia. Ini cikal bakal festival budaya internasional yang akan membawa nama Biak ke level Pasifik,” ujar Bupati Markus dengan penuh semangat.
Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Biak — mulai dari tarian Wor, alat musik tradisional, hingga pakaian adat — adalah potensi besar yang harus terus dirawat dan diperkenalkan secara luas. Festival budaya, katanya, bukan sekadar tontonan, tetapi juga sarana memperkuat identitas dan mempererat persaudaraan antarwarga.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Biak Numfor, Warga Kaget tapi Tak Panik
Ribuan Peserta Ramaikan Parade Budaya
Parade Wor dan Suling Tambur tahun ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai distrik dan kampung, termasuk pelajar, sanggar seni, dan komunitas adat. Setiap kelompok tampil dengan gaya dan warna khas masing-masing, menampilkan atraksi Wor yang penuh energi, irama suling dan tambur yang menggugah, serta busana adat Biak yang memukau penonton.
Para peserta mengenakan pakaian tradisional berhias daun, kerang laut, dan ukiran etnik khas Papua. Sepanjang rute parade, tepuk tangan dan sorakan masyarakat menggema, menambah semarak acara yang berlangsung hingga sore hari.
Tak hanya warga lokal, wisatawan dari luar daerah pun turut hadir menyaksikan kemeriahan ini. Banyak di antara mereka yang terpesona dengan keindahan budaya Biak yang begitu hidup dan penuh makna.
Langkah Menuju Event Bertaraf Internasional
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menegaskan komitmennya untuk menjadikan festival ini sebagai agenda budaya tahunan yang berkelas dunia. Dukungan dari berbagai pihak — mulai dari lembaga adat, pelaku seni, hingga pelajar — dianggap sebagai kunci sukses menuju Festival Karnaval Budaya Internasional se-Pasifik tahun depan.
“Kita sedang mempersiapkan diri, baik dari sisi budaya, infrastruktur, maupun promosi pariwisata. Tujuannya agar Biak bisa menjadi tuan rumah yang membanggakan di mata dunia,” ungkap Bupati Markus.
Ia juga berharap, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, terutama bagi generasi muda.
“Budaya adalah identitas kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus hidup dan berkembang,” tambahnya.
Dari Biak untuk Dunia
Festival Budaya Biak 2025 tidak hanya menampilkan keindahan seni dan adat, tetapi juga membawa pesan kuat tentang persatuan, kebanggaan, dan pelestarian budaya Papua. Dengan persiapan matang menuju festival internasional tahun depan, Biak diharapkan akan menjadi pusat perhatian dunia Pasifik — tempat di mana tradisi, musik, dan tari berpadu dalam semangat kebersamaan.
Melalui langkah ini, Biak Numfor tidak hanya menunjukkan keindahan budayanya, tetapi juga membuktikan bahwa masyarakatnya siap berdiri sejajar dengan daerah lain di kancah internasional.
Dari Wor yang menggema dan dentuman tambur yang bergema di bumi Biak, dunia akan segera mengenal pesona budaya yang luar biasa dari ujung timur Indonesia.















