Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Yunani: Penutupan Selat Hormuz Akan Ganggu Perdagangan Global dan Naikkan Harga Energi

BRIMO

Yunani Ingatkan Bahaya Penutupan Selat Hormuz terhadap Ekonomi Global

Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz (Amerika POV) | GEOTIMES
Yunani: Penutupan Selat Hormuz Akan Ganggu Perdagangan Global dan Naikkan Harga Energi

Info Biak. ATHENA – Menteri Perkapalan Yunani, Vassilis Kikilias, memperingatkan dampak serius terhadap ekonomi global apabila Selat Hormuz ditutup akibat meningkatnya konflik antara Iran dan Israel. Menurutnya, penutupan jalur strategis ini akan mengganggu arus perdagangan laut internasional yang menjadi tulang punggung perekonomian dunia.

“Jika Selat Hormuz ditutup — yang merupakan skenario terburuk — dampaknya akan meluas ke seluruh ekonomi global, bukan hanya sektor pelayaran,” kata Kikilias dalam wawancara dengan stasiun TV SKAI pada Jumat (20/6/2025).

Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia. Jalur ini menghubungkan produsen minyak utama di Teluk Persia dengan pasar global. Penutupan selat tersebut, kata Kikilias. Akan memaksa kapal untuk mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika, yang secara signifikan memperpanjang waktu dan biaya pengiriman.

Ia menambahkan, hampir 90 persen perdagangan dunia bergantung pada transportasi laut. Gangguan terhadap Selat Hormuz dipastikan akan mengacaukan rantai pasok global, meningkatkan biaya logistik, dan menimbulkan ketidakstabilan ekonomi di berbagai negara.

Baca Juga : Iran bisa pasang ranjau di Selat Hormuz jika AS ikut perang Israel

Ketegangan Timur Tengah Ancam Stabilitas Jalur Pelayaran Internasional

Kikilias juga mencermati lonjakan harga minyak global sebesar 7 hingga 10 persen dalam beberapa hari terakhir. Ini sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel.

Ketegangan meningkat sejak Jumat (13/6) lalu, ketika Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel.

Hingga kini, otoritas Israel melaporkan sedikitnya 25 warganya tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran. Sementara itu, laporan dari Iran menyebutkan korban jiwa telah mencapai 639 orang, dengan lebih dari 1.300 orang mengalami luka-luka.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran internasional terhadap stabilitas keamanan di Timur Tengah, yang memiliki pengaruh langsung terhadap pasokan energi dan perdagangan global.

Pemerintah Yunani, sebagai salah satu negara dengan armada pelayaran terbesar di dunia. Menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran tetap terbuka demi menghindari krisis energi dan logistik yang lebih besar. Kikilias menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomatik guna mencegah dampak lanjutan dari konflik yang sudah menelan banyak korban ini.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *